RSS

Pengelolaan Perparkiran, Suatu Model Pembiakan Budaya Korupsi

23 Sep

Hampir di setiap kota di Indonesia pengelolaan perpakiran dikelola secara tertutup. Masyarakat tidak pernah tahu bagaimana mekanisme pemilihan pengelolanya dan berapa kontribusinya kepada pendapatan Daerah. Tidak juga diketahui berapa penghasilan dan pengeluaran pengelola perparkiran.

Inilah salah satu model penyuburan dan pembiakan budaya korupsi. Tata kelolanya berada dalam ruang-ruang gelap, tidak transparan dan hanya diketahui oleh beberapa pihak saja. Dapat dimaklumi jika pada umumnya pengelola perparkiran adalah para preman yang memberikan setoran kepada para oknum Pemda. Masih ingat kasusnya Kota Bandung? Tersangka penyuap, yang nota bene adalah pengelola perparkiran di Kota Bandung, disuruh dan mewakili Walikota Bandung untuk melakukan penyuapan kepada oknum Hakim agar nama Walikota dibersihkan dari putusan kasus korupsi yang menyangkut pengelolaan pemerintahan di Kota Bandung.

Hal ini jamak terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Lihatlah bagaimana kota/ pemda mengelola perparkiran dan begitulah kira kira tabiat para pejabat di daerah itu terhadap masalah korupsi dan anti korupsi. Begitu mudahnya untuk mengetahui karakter para pejabat daerah terhadap korupsi dan anti korupsi dan tidak perlu riset-riset njelimet untuk mengetahuinya. Hanyalah “common sense” serta praktik-praktik sehari-hari dan itu adalah bukti dan fakta nyata.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: