RSS

Indonesia Masih Menjadi Negara Terkorup

06 Dec

Menyedihkan..! Itulah kata yang tepat untuk kondisi Indonesia saat ini. Memegang peringkat 118 dari 176 negara yang disurvey oleh TII dan disamakan dengan negara negara miskin dan terbelakang seperti Republik Dominika, Equador, Madagaskar dan Mesir. Bahkan di negara Asean berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Philippina. Apalagi kebanggaan yang tersisa sebagai bangsa Indonesia?

Kenapa hal ini terjadi, bukankah saat ini slogan-slogan pemberantasan korupsi sangat kencang didengungkan?

Korupsi hanya bisa diberantas dengan transparansi dan kepedulian akan kepentingan publik dan tentunya hukuman atas perilaku korup. Masyarakat Indonesia sudah sangat hilang kepedulian publiknya. Hanya mementingkan diri sendiri. Yang penting diri sendiri dan keluarganya sejahtera dan berjuang untuknya jikapun itu melanggar kepentingan publik. Coba kita lihat dalam hal yang sederhana. Banyak para birokrat merampok APBD/ APBN, pegawai pajak merampok pajak atau pegawai beacukai merampok bea dan cukai dengan menerima suap. Para birokrat hidup mewah dengan kondisi yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat dan logika. Bagaimana mungkin orang bisa kaya hanya dengan gaji sebagai pegawai apalagi pegawai negeri? Pegawai swasta saja dengan gaji yang lebih tinggi masih hidup dengan biasa-biasa saja, tetapi pegawai negeri hidup dengan mewah. Masyarakat tidak peduli dengan hal ini, apalagi jika diberi bagian atau upeti. Mengurusi hal ini dianggap sirik. Memang benar hal itu sirik jika orang tersebut bukanlah pegawai publik. Tetapi untuk pegawai publik, mereka harus dicekcoki, diawasi, setiap langkah mereka saat ini harus dicurigai.

Begitu juga dengan para penegak hukum. Ada penegak hukum, mempunyai rumah sangat bagus dan mobil mewah. Istri tidak bekerja tetapi mempunyai sopir pribadi. Dari mana logikanya hidup semewah ini? Tetapi masyarakat membiarkan hal tersebut dan menganggapnya orang yang beruntung? Tidak ada kepedulian masyarakat. Jika sudah seperti ini, bagaimana mengharapkan para pegawai publik bisa jujur dan tidak korup? Mereka perlu diawasi, dipermalukan , dan diadukan jika hidup tidak wajar. Pembuktian terbalik memang sangat diperlukan. Hanya dengan cara itu kita bisa mengharapkan pegawai publik yang jujur dan tidak munafik.

Masyarakat kecilpun berperilaku korup dan tidak peduli atas kepentingan publik. Berdagang di trotoar sembarangan walau hal itu tentunya sudah mengganggu kepentingan publik. Para tukang ojek melawan arus dan membuat kemacetan. Ini adalah perilaku-perilaku yang bertentangan dengan kepentingan publik dan merupakan perilaku-perilaku korup yang hanya mementingkan diri sendiri.

Ada budaya di negara kita dimana para istri-istri mendirikan organisasi. Persatuan istri pegawai BUMN, persatuan istri para hakim, dll. Ini perlu ditinjau. Apakah organisasi-organisasi seperti ini masih diperlukan? Bukanlah saat ini perempuan dan pria telah mempunyai hak yang sama dan kesempatan yang sama? Apakah mereka tidak ada pekerjaan? Budaya budaya seperti ini adalah salah satu sumber korupsi. Saatnya dibubarkan dan lebih bagus mereka mencari kesibukan masing-masing dalam pekerjaan mereka sehari-hari sebagai ibu rumah tangga atau pegawai atau bisnis sendiri. Tidak perlu urusin acara organisasi ibu-ibu yang merecoki suaminya.

Saatnya saat ini melakukan langkah-langkah yang luar biasa. Kondisi-kondisi yang dapat mengakibatkan korupsi atau menjadi sumber korupsi harus dibubarkan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: