RSS

“Zero” Suap Rekrutmen Pegawai/ Pejabat Publik sebagai LANGKAH dan INVESTASI BESAR Pemberantasan Korupsi

20 Jul

Dua puluh enam anggota DPR periode 2004-2009 dihukum oleh Pengadilan Tipikor karena terbukti menerima cek/ uang dalam pemilihan Gubernur Senior BI. Mereka sudah tua-tua, kasihan melihat mereka. Kenapa KPK harus memburu mereka bukanlah masih banyak orang lain yang korupsi di negeri ini ? KPK tebang pilih dan tidak berkeadilan dalam pemberantasan korupsi. Kalimat ini dapat kita baca pada media cetak dan kita dengar pada talkshow di TV. Tetapi saya melihat beda, KPK telah melakukan LANGKAH dan INVESTASI  besar dalam pemberantasan korupsi. Suap dalam pemilihan pegawai/ pejabat publik akan menciptakan niat-niat korupsi dan melahirkan kesempatan-kesempatan korupsi lainnya. Hal ini juga menjadi pelajaran ke depan untuk tidak melakukan suap atau negosiasi-negosiasi harga tertentu dalam pemilihan pejabat publik. Pemilihan pejabat publik yang bersih akan menghasilkan KEPEMIMPINAN yang peduli akan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Berikut beberapa hal program yang dapat dilakukan untuk memperkecil kesempatan tersebut:

  1. Rekrutmen pegawai publik dimana hasil test diperiksa dengan komputer sebagaimana yang dilakukan dalam seleksi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
  2. Pengawasan yang sangat ketat dari masyarakat terhadap pejabat publik, jangan sampai terjadi suap sebagaimana kasus cek pelawat Deputi Gubernur BI
  3. Setiap rekrutmen pegawai/ pejabat publik harus transparan proses demi proses dan menyertakan pihak independen  dalam prosesnya dan diawasi oleh lembaga pengawas seperti KPK

Adanya suap dalam rekrutmen pejabat publik akan menghilangkan kepercayaan pada pendidikan anti korupsi yang didengar oleh para peserta sejak dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.Apakah kita tidak munafik mengatakan bahwa korupsi itu jahat, perlu karakter yang berintegritas dalam membangun bangsa sementara saat mereka tamat sekolah dan melamar menjadi Pegawai Publik disuguhkan dengan adanya SUAP?

“Zero” suap pada saat rekrutmen pegawai/ pejabat publik juga akan menarik orang-orang yang berkualitas untuk menjadi pegawai/ pejabat publik. Kebanyakan lulusan-lulusan perguruan tinggi yang berkualitas (ITB, UI, UGM, dan universitas lainnya) tidak mau melamar menjadi pegawai/ pejabat publik bukan karena remunerasinya yang rendah tetapi lebih karena ketidaksukaan mereka pada suap sewaktu melamar jadi pegawai/ pejabat publik. Mereka merasa berkualitas sehingga mereka merasa dibutuhkan. Sehingga mereka merasa bukan seharusnya mereka membayar pada saat test tetapi seharusnya mereka yang dibayar untuk mengikuti test.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: