RSS

Suap dalam Rekrutmen Pegawai Negeri sebagai “Mata Air” Niat Korupsi

18 Jul

Jumlah pegawai kebesaran sehingga akan menimbulkan kebangkrutan pada ABPD/ APBN. Menteri Keuangan menyebutkan hal itu. Lho, kok bisa ? Bukankah pegawai itu sebagai modal perlu dan modal utama sebagaimana selalu didengung-dengungkan oleh para ahli manajemen SDM ? Berpikir linier kita berasumsi bahwa semakin banyak pegawai maka akan semakin sumber daya untuk bekerja menghasilkan produk. Hal itu benar jika memang sumber dayanya berkualitas dan banyak produk yang akan dihasilkan Tetapi apa yang menjadi produk dari pelayan publik ?

Hal di atas adalah salah satu masalah dalam pengelolaan SDM pegawai publik. Tetapi coba kita analisis di hulunya, salah satunya pada proses rekrutmen pegawai publik. Bagaimana proses rekrutmen tersebut dilakukan.Sudah menjadi hal yang umum bahwa dalam setiap rekrutment pegawai negeri akan selalu muncul isu suap, kolusi dan nepotisme. Bahkan nilainya suapnya besar, melebihi jumlah gaji selama puluhan tahun. Orang mau membayar ratusan juta untuk pekerjaan yang gajinya di bawah 2.5 juta an..? Seakan tidak logis tetapi jawaban yang didapat adalah bahwa pegawai negeri banyak uang masuknya..? Dari mana, pasti dari korupsi.

Proses rekrutemen dapat dipakai sebagai indikator untuk mengetahui apakah suatu institusi korup atau tidak.  Jika rekrutmennya bebas dari suap, kolusi dan nepotisme maka institusi tersebut mempunyai potensi yang besar untuk bebas dari korupsi, setidaknya unsur niat dalam korupsi kecil walaupun nantinya juga sangat dipengaruhi oleh adanya kesempatan (lihat kasus Pajak). Tetapi jika rekrutmennya mengindikasikan suap, kolusi, nepotismenya besar, maka dipastikan niat korupsi pada institusi tersebut akan sangat besar sehingga akan menciptakan kesempatan-kesempatan, dengan demikian terjadilah korupsi.

Menciptkan rekrutmen pegawai yang bebas dari suap, kolusi dan nepotisme dalam perekrutan pegawai negeri/ pegawai publik adalah INVESTASI BESAR dan LANGKAH BESAR dan SANGAT STRATEGIS  dalam pemberantasan korupsi. Tetapi kenapa hal ini bukan termasuk salah satu hal utama dalam strategi pemberantasan korupsi nasional..? Bahkan publik pun seakan menganggap suap, kolusi dan nepotisme dalam rekrutmen pegawai publik sebagai “bussiness as usual”. Jika publik PEDULI terhadap ANTI-KORUPSI, maka publik harus PEDULI pada REKRUTMEN pegawai publik.

 
1 Comment

Posted by on July 18, 2011 in Sumber Niat Korupsi

 

Tags:

One response to “Suap dalam Rekrutmen Pegawai Negeri sebagai “Mata Air” Niat Korupsi

  1. bersamaberantaskorupsi

    July 18, 2011 at 5:29 am

    Memang, bayar masuk pegawai negeri saja ratusan juga, setelah pegawai yah mikir kembaliin modal..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: