RSS

Variabel “Resiko”

Variabel resiko berbanding terbalik dengan korupsi. Dengan demikian semakin besar resikonya maka orang tidak akan melakukan korupsi. Resiko korupsi saat ini di Indonesia adalah dikriminalisasi, dipidana dengan penjara, denda, kemudian diminta untuk mengembalikan uang yang dikorupsinya. Jika dipenjara, denda dan mengembalikan uang yang dikorupsi dianggap tidak beresiko maka orang akan tetap melakukan korupsi sehingga tingkatan korupsi akan semakin tinggi. Kondisi inilah yang terjadi saat ini di Indonesia.

Beberapa resiko melakukan korupsi dapat dituliskan sebagai berikut dan tingkatan resiko tersebut berbeda untuk masing-masing negara:

  1. Resiko kebebasan (freedom). Resiko ini adalah berupa pidana badan (penjara).

  2. Resiko kematian berupa hukuman mati, sebagaimana pernah dilakukan di RRC tetapi belum dikenal dalam hukum Indonesia.

  3. Resiko financial berupa pemiskinan, uang pengganti dan denda. Pemiskinan belumlah menjadi suatu sistem yang berlaku di Indonesia. Dan dilihat dari resiko nilai uang pengganti/ denda maka melakukan korupsi di Indonesia tidaklah beresiko.

  4. Resiko sosial. Masyarakat Indonesia belumlah memberikan resiko sosial bagi pelaku korupsi. Bahkan para pelaku koruptor dipilih kembali untuk menjadi pemimpin daerah (kasus Boven Digoel, Tomohon dan anggota Dewan). Yang lebih parah lagi beberapa koruptor berperilaku sebagai artis di depan media

  5. Resiko politik seperti para pelaku korupsi tidak berhak untuk dipilih menduduki jabatan publik. Resiko ini belum ada dalam sistem Indonesia. Seorang pejabat memang akan diberhentikan dari jabatannya jika terbukti korupsi tetapi setelah menyelesaikan hukuman dia masih berhak untuk dipilih dan memilih kembali.

Untuk mengurangi korupsi maka resiko korupsi harus ditingkatkan dan dapat dipakai sebagai “shock theraphy” dalam jangka pendek. Beberapa cara untuk meningkatkan resiko korupsi diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Hukuman mati untuk pelaku korupsi. Penerapan resiko ini telah berhasil mengurangi korupsi di RRC.

  2. Memiskinkan koruptor dengan merampas atau meminta pengembalikan kerugian negara sebesar 100x dari uang yang dikorupsinya. Kondisi ini masih sebatas wacana di Indonesia.

  3. Mempermalukan koruptor dengan baju tahanan khusus koruptor

  4. Memenjarakan koruptor dalam waktu yang lama (seumur hidup atau minimal 20 tahun)

  5. Melebihkan hukuman penjara bagi penegak hukum pelaku korupsi

  6. dll

Untuk suatu alasan dan tujuan orang melakukan korupsi seharusnya diberikan sanksi/ resiko yang besar terhadap alasan dan tujuan orang melakukan korupsi tersebut. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:

  1. Kenapa si A korupsi ? Karena si A ingin mendapatkan uang secara cepat maka kepada si A diberikan sanksi 100x lipat dari kerugian yang diakibatkannya. Untuk memperolehnya semua hartanya disita dan seluruh gajinya (jika dia bekerja) untuk membayar uang pengganti. Salah satu unsurnya misalnya adalah adanya aliran dana pada pelaku korupsi.

  2. Kenapa si B korupsi ? Supaya ingin kaya dan bisa hidup bermewah-mewah. Dengan demikian si B dimiskinkan dengan cara semua hartanya disita dan tidak diberi hak untuk memperoleh harta. Salah satu unsurnya adalah adanya aliran dana dan tingkat hidup si B yang sudah pada tempatnya (cocok diberikan kepada pegawai di pajak, bea cukai, MA, atau instansi yang telah mendapatkan remunerasi).

  3. Kenapa si C korupsi ? Perlu uang untuk menjadi pejabat maka di samping pengembalian uang korupsi, si C juga diberi resiko politik yaitu tidak berhak untuk dipilih dalam jabatan publik.

  4. Dll.

Dengan demikian sanksi korupsi tidaklah hanya penjara (yang kemudian menjadi beban pemerintah/ negara) tetapi ada sanksi lain berupa uang pengganti yang besar, dimiskinkan, tidak dipilih menjadi pejabat publik, dll disesuaikan dengan niatnya melakukan korupsi tersebut. Tentunya pelaksanaan sanksi tersebut haruslah didukung dalam peraturan per UU an sehingga dapat diterapkan dalam persidangan dan menjadi landasan para penegak hukum pada sidang-sidang pengadilan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: